A topnotch WordPress.com site

Vagina

 

Bagi orang dewasa, salah satu bagian tubuh wanita ini sudah cukup akrab dengan kita.

Jadi saya disini mencoba memfokuskan pada aspek yang jarang diketahui dari vagina, yaitu evolusi dari vagina itu sendiri. Anda juga dapat sekaligus belajar anatomi vagina secara tidak langsung dari pembahasan bagaimana vagina berevolusi dari masa ke masa.

Sebelumnya saya pastikan dulu anda tahu apa vagina itu. Bayangkan dua anak kecil, yang satu perempuan dan satunya lagi laki-laki. Keduanya telanjang. Kemudian ada anda berdiri di sana juga. Sang anak perempuan menunjuk ke kelamin anak laki-laki dan bertanya pada anda, apa itu? Anda menjawab itu penis. Kemudian giliran sang anak laki-laki bertanya sambil menunjuk ke kelamin anak perempuan. Apa itu? Anda menjawab, itu vagina. Salah! Itu bukan vagina, tetapi vulva. Bila sang anak perempuan membuka vulvanya, baru vagina terlihat. Paham kan?
Desain cerdas?

Mari kembali ke analogi. Bayangkan seorang arsitek yang diberi tugas merancang sebuah pusat hiburan yang sangat menyenangkan. Dia punya kekuasaan luar biasa untuk memasang dimana pun ia mau. Tapi ia memilihnya di lokasi tempat pembuangan sampah!

Anatomi alat reproduksi wanita

Seberapa cerdaskah itu? Well, demikianlah desain vagina maupun penis. Mereka berdampingan dengan saluran kencing. Pada penis bahkan lebih parah, ia satu tempat. Tapi hal ini masuk akal bila kita melihat dari sisi sejarah, sisi evolusi.

Pada mamalia non therian, seperti platipus, semua saluran pembuangan memiliki satu lubang ke dunia luar, namanya kloaka. Semua bercampur disana, dari tinja, air seni, sperma dan telur. Hal yang sama juga anda temukan pada amfibi, burung/reptil dan monotremata.

Evolusi Vagina

Dan semua menunjukkan perubahan bergradasi dari amfibi menuju burung/reptil dan monotremata. Ini tepat seperti apa yang diramalkan teori evolusi, karena amfibi muncul pertama kali dari ketiga jenis hewan ini. Kalau anda mau membayangkan lebih jauh ke masa lalu yang lebih purba, mulut dan anus bahkan bersatu! Lihat pada Cnidaria.

Jadi, ada suatu saat dalam evolusi dimana vagina, anus dan lubang pipis berpisah. Jelas anus yang lebih dahulu berpisah, kemudian barulah vagina dan lubang pipis yang berpisah. Hal ini jelas bila kita lihat pada kedekatan lokasinya. Sayangnya para ilmuan masih belum dapat menentukan dengan pasti kapan hal tersebut terjadi.

Sebenarnya yang berpisah dari pasangan vagina-lubang pipis adalah Vagina. Vagina adalah sebuah inovasi evolusi. Ia struktur yang sepenuhnya baru dan tidak punya homolog pada amfibi atau reptil. Vagina terbentuk gara-gara adanya rahim. Rahim terbentuk dari salah satu bagian oviduk. Ada seperangkat gen yang telah ditemukan menjadi petunjuk evolusi vagina, tapi kita tidak akan membahas sedalam itu.

So, vagina merupakan salah satu sumber kehidupan keluarga, dari situ sperma masuk ke rahim dan dari situ juga bayi keluar. Saya dapat membayangkan kalau di masa depan, evolusi akan memisahkan antara saluran masuk dan saluran keluar ini. Tapi, hey, dalam hubungan seksual, laki-laki suka memanfaatkan lubang yang lain. Haha, evolusi sulit diprediksi, so anggap saja itu fantasi penulis.

Kembali ke vagina. Vagina mampu membersihkan dirinya sendiri, dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Para dokter umumnya melarang tindakan irigasi vagina. Seperti pertanian. Hehe. Yup, dokter umumnya melarang karena vagina yang sehat di koloni oleh bakteri khusus yang melindungi vagina dari mikroba jahat. Kalau mereka tersiram seperti lewat irigasi vagina (douche), vagina bisa diserang jamur jahat, seperti ragi. Untuk memastikan vagina anda sehat, coba di rasa. Kalau asem berarti sehat. Wait, tidak perlu dirasa, dengan pH meter anda bisa tahu tingkat keasaman vagina. Keasaman ini disebabkan oleh asam laktat yang dilepaskan oleh mikroorganisme pelindung tubuh yang mencegah pertumbuhan bakteri jahat dan berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s